Peran Entrepreneur Muda Indonesia di Chindonesia

 

Jakarta – Di tengah kondisi krisis global yang melanda Amerika dan Eropa saat ini, CHINDONESIA (China, India dan Indonesia) berhasil menikmati pertumbuhan cukup tinggi. Kekuatan ekonomi Chindonesia, tidak saja mendongkrak perekonomian di kawasan Asia, diprediksi akan menjadi raksasa yang sangat penting posisinya dalam konstelasi perekonomian global.

“Di tengah kondisi krisis global di Amerika dan Eropa saat ini tiga negara tersebut menikmati pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Khusus Indonesia malah pertumbuhannya lebih dari 6%,” kata Christovita Wiloto, Ketua dan pendiri IYE, hari Rabu, 30 November 2011, dalam YOI-IYE Talk, yang dihadiri juga oleh Diskusi IYE kali ini menghadirkan anggota yang juga para pengusaha yaitu Julie Shie, pendiri 40 below 40 Fortune, Era Soekamto, pemilik Urban Crew dan Hendy Setiono, pemilik Baba Rafi.

Menurut dia, Chindonesia akan jadi raksasa yang posisinya penting dalam konstalasi perekonomian global. PDB China saat ini capai US$ 5,9 triliun atau terbesar kedua di dunia dan negara itu menguasai 24% ekonomi dunia dan diprediksi menggeser AS pada posisi sebagai mitra dagang utama ke tiga di Asean. “India telah meningkatkan investasi luar biasa dari 24% PDB pada tahun 2000 menjadi 40% pada PDB 2010 meski angka konkritnya kami tidak ada,” ujar Christov.

Sedangkan Indonesia saat ini memiliki peran penting di Asean dimana dari total populasi Asean sebanyak 565 juta orang, Indonesia mencakup 40% dan dari total PDB Asean sebesar US$ 1,3 triliun maka RI juga menguasai sampai 50%.

“Indonesia merupakan pemasok terbesar sumber daya alam untuk India dan China. Indonesia akan mendapat keuntungan dari pajak yang rendah yang diberlakukan oleh kedua negara tersebut”. “Kejelian melihat peta ekonomi itulah yang mendorong IYE lakukan sesi sharing di antara sesama pengusaha. “Kemampuan melihat peluang kami asah dalam forum diskusi reguler mengambil tema Peran dan Posisi IYE Menghadapi peta ekonomi Chindonesia itu,” jelasnya.

Salah satu peluang yang diciptakan oleh IYE agar anggotanya dapat memperkuat perekonomian Indonesia adalah menciptakan kartu Prima bekerjasama dengan Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI) dan PT Telkomsel.

Christov menambahkan: “anggota dapat berjualan kartu prima yang memiliki misi sosial dimana hasil penjualan digunakan untuk membantu para mantan atlet Indonesia yang hidupnya memprihatinkan. “Kami juga akan menyiapkan para mantan atlet untuk berwirausaha karena kejayaan sebagai atlet terbatas pada rata-rata usia 30 tahunan.

Diskusi yang menghadirkan pengusaha muda dan sukses dari berbagai bidang, termasuk fashion dan olahraga, juga mendatangkan Dr A Prasetyantoko, ekonom Partner Strategic Indonesia. Prasetyantoko memberikan gambaran sekaligus solusi untuk entrepreneur dalam menghadapi peta ekonomi CHINDONESIA (China, India, dan Indonesia).

China, India, dan Indonesia diperkirakan menjadi raksasa ekonomi yang bakal menyelamatkan negara-negara maju dari krisis finansial, kata Prasetyantoko.

Indonesia juga punya potensi yang sama kuatnya. Sejumlah faktor turut memengaruhi, potensi sumber daya manusia, kreativitas tanpa batas yang semakin teruji di tengah keterbatasan yang dimiliki, kebutuhan domestik juga tinggi dengan banyaknya populasi, dan kelas menengah yang terus bertumbuh termasuk peningkatan daya beli.

Jika Anda punya hasrat besar membangun usaha, namun masih memilah sektor yang paling baik, penjelasan dari Prasetyantoko ini dapat menjadi sumber inspirasinya. Ia mengatakan, ekonomi kreatif akan booming tahun depan. Sektor inilah yang dapat menjadi pilihan jika Anda ingin sukses mengembangkan bisnis.

Lantas ekonomi kreatif seperti apa yang menjanjikan? Prasetyantoko mengelaborasi, kembangkan sektor ekonomi kreatif dengan fokus pada permintaan domestik. Pertumbuhan permintaan domestik di Indonesia lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi secara makro.

Lebih lanjut, para pengusaha muda ini akan berjualan Kartu Prima, yaitu kartu prabayar yang dikeluarkan oleh Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI). Kartu Prima ini merupakan hasil kerjasama antara YOI dan Telkomsel. Kartu Prima memiliki kampanye sosial. Hasil penjualan kartu Prima ini akan digunakan untuk membantu para mantan atlet yang hidupnya memprihatinkan.

YOI sendiri merupakan yayasan yang peduli akan olahraga di Indonesia. Kepedulian YOI ini berfokus kepada kondisi mantan atlet. Para mantan atlet ini telah berjasa memperkenalkan dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, namun kehidupan mereka ketika pensiun tidaklah seindah kejayaan masa lampu. Diharapkan melalui kerjasama YOI dan IYE! dalam penjualan Kartu Prima ini, semakin banyak pengusaha muda yang ikut ambil bagian dalam membangun bangsa sekaligus membantu olahraga di Indonesia.